Jumat, 06 Februari 2015

Pengusaha Sukses yang memulai dari nol

Pengusaha Muda yang Merintis Usahanya Dari Nol Hingga Sukses

OPINI :2 Juni  2014

1383654523200681094
Menjadi seorang  wirausaha muda sukses itu tak semudah membalikkan telapak tangan dan juga tak sesulit mengambil bintang di langit. Banyak proses yang perlu di lalui, banyak pengalaman yang perlu didapati dan juga banyak hal yang masih perlu dipelajari.
Untu kitu, selagi masih muda, mencobalah untuk berbisnis atau berwira usaha. Tak perlu usaha yang memerlukan modal berjuta-juta. Cukup dengan modal yang minim atau menjalankan usaha tanpa modal usaha yang dijalankan akan berhasil dan sukses.
Bicara mengenai wirausahawan muda yang sudah sukses. Sebenarnya di Indonesia sudah banyak sekali, walaupun tingkat kesuksesan seseorang itu berbeda-beda.
Seperti seorang anak muda yang bernama Ayudia Hapsari yang mulai berbisnis ketika masih sekolah dari tahun 2008 hingga sekarang. Dengan di bantu ibunya ia bisa menjual sekitar 8 cake setiap minggunya, itupun dengan modal yang sangat minim sekali.
Tidak mempunyai latar belakang bisnis, ia lulusan dari Universitas Pendidikan Indonesia Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni jurusan Bahasa Indonesia. Motivasi ia membuka bisnis adalah “ingin membuka lapangan pekerjaan sendiri dan bias mempekerjakan orang lain dibandingan meminta dan mengemis pekerjaan kepada orang lain” itu ucapnya dalam obrolan kami. Sasaran pembeli utama ia adalah kalakang Mahasiswa, maka dari itu tidaklah heran harga yang ditawarkan cukuplah terjangkau.
Bermula dari berjualan di kampus dengan penghasilan yang tidak menentu dan sekarang ia sudah mempunyai penghasilan tetap sebesar 2,5juta/bulannya, “tidaklah mudah mendapatkan hasil manis seperti itu ada jatuh bangunnya dalam suatu bisnis dan itu yang membuat bisnis kita maju” itu yang diuraikannya.
Dalam keinginannya untuk menjalankan bisnis pastry itu. Kemudian dia berkeinginan mempunyai lebel sendiri agar bias dikenal oleh orang banyak. Dan pada Juli 2012 ia mempunyai lebel untuk bisnisnya yang diberi nama Tina Licious Bandung.
Dan sekarang bisnisnya pun dikenal di berbagai Universitas Negeri di Bandung. Agar bisnisnya semakin diminati oleh kalangan Mahasiswa khususnya ia membuat strategi bisnisnya dengan memasang iklan-iklan di berbagai akun twitter Universitas di Bandung dan memberikan bonus kue di berbagai kuis di akun twitternya. Itulah strategi bisnis yang cukup baik untuk memulai bisnis.
“Berbisnis itu bukan hanya mencari penghasilan, didalam bisnis kita juga belajar untuk bersabar, berbagi dan bangkit juga pantang menyerah.” Itulah yang menjadi semangat dalam berbisnisnya.

Pengusaha Sukses Dari Nol
BasKo atau nama lengkapnya Basrizal Koto lahir di Pariaman, SumBar tahun 1959.  Ia seorangpengusaha sukses berbisnis di banyak bidang, seperti: media, percetakan, pertambangan, peternakan, perhotelan properti, dan lain-lain. Masa kecilnya yang serba kekurangan memaksanya bekerja keras dan bertekad kuatmelawan kemiskinan. Dia tak mau menyalahkan keadaan. Karena memangmemang sudah takdirnya dilahirkan dari keluarga yang serba kekurangan. Menyalahkan takdir, sama dengan menggugat ketentuan ALLAH, katanya. Dia benar-benar memulainya dari nol. Jangankan modal uang, sodal pendidikan pun dia tidak punya. Basko, bahkan tidak menamatkan Sekolah dasarnya. Seperti kita paham, budaya lelaki di Sumatera Barat adalah budaya perantau. maka, dengan ijin ibundanya, pada saat kelas 5 SD, ia memilih untuk merantau ke Riau, dibanding meneruskan sekolahnya.
Basrizal Koto Pengusaha Sukses yang Tak tamat SD
Basrizal Koto Pengusaha Sukses yang Tak tamat SD

Apa kunci suksesnya?

Sebelum pergi, ibunya memberi nasehat panjang padanya. Dan intinya adalah 3K, yaitu  pandai ber-Komunikasi, cari segala Kemungkinan, manfaatkan Kesempatan dan peluangnya, serta bekerjalah dengan Komitmen yang tinggi. Prinsip inilah yang ia diterapkan dalam bisnis-bisnisnya hingga seperti sekarang. Dia ingat, pertama kali di Riau, ia berangkat saat fajar ke terminal bis dan menawarkan diri menjadi kondektur oplet. Kehidupan menjadi kondektur oplet itu memberinya banyak pelajaran hidup soal komunikasi dan komitmen itu. Selain menjadi kondektur, beliau juga pernah berjualan pisang, petai, jadi supir hingga jadi makelar kenderaan. Semua dijalaninya sebagai sebuah proses pembangunan dirinya.
Terampil komunikasijaringanmenepati janji, dan menjaga kepercayaan akhirnya membawa kesuksesan untuk menaklukkan kemiskinan, membangun kerajaan bisnis, dan menciptakan lapangan kerja.
Jumlah perusahaannya kini telah mencapai 15 perusahaan, dan sejak 2006 dia juga terjun ke bisnis pertambangan batu bara di Riau, menyediakan TV kabel dan layanan internet di Sumatera. Beberapa perusahaan yang masuk Grup MCB miliknya adalah PT Basko Minang Plaza (pusat perbelanjaan), PT Cerya Riau Diri Printing (CRMP) (pencetakan), PT Cerya Zico Utama (properti), PT Jaya Bastara Muda (tambang batubara), PT Riau Agro Mandiri (penggemukan, impor dan ekspor ternak), PT Agro Mandiri Riau Perkasa (pembibitan, pengalengan daging), PT Indonesian Mesh Network (TV kabel dan Internet), dan PT Hotel Best Western dan sekarang berganti nama menjadi Premier Basko Hotel Padang.
Ketika ditanya apakah yang membuat pak Basko mampu berkembang dan bertahan terus, maka beliau menuliskan rangkaian kalimat berikut, yang sangat menginspirasi saya:
Tidak ada kata menyerah.
Tidak ada kata menyalahkan atas kemiskinannya.
Tidak ada kata kecewa dan keluhan.
Tidak ada kesombongan.
Tidak ada kebencian.
Tidak ada kedurhakaan kepada orang tua.
Tidak ada kata memanjakan anak-anaknya.
Tidak ada kata malas.
Tidak ada kata tidak bisa.
Tidak ada behenti, terus berlari.
Tidak ada kata tidak layak.
Tidak ada kata nyaman.
Tidak ada kata tidak bersyukur.
Kecuali kata terima kasih Ya Allah atas segala-galanya.
H.Basrizal Koto
Kisah Sukses Sunarno, dari Pemulung menjadi Milyarder 
Kisah Sukses Sunarno, dari Pemulung menjadi MilyarderBapak Sunarno namanya, ia adalah mantan pemulung yang sekarang menjadi orang kaya berkat ketekunannya menjalankan bisnis MLM Forever Young Indonesia. Dulu ia mencari nafkah dengan mengais-ngais sampah. Kini ia jadi jutawan MLM karena mensukseskan orang lain.
Jangan sekali-kali meremehkan profesi seorang pemulung. Lewat bisnis MLM nya, pemulung ini bisa jadi jutawan. Setidaknya begitulah yang dialami Sunarno“Saya sendiri tidak membayangkan, setelah menemukan usaha ini ternyata kok lebih cepat daripada rekan-rekan yang lebih mapan dan berpendidikan,” tutur pria kelahiran Solo, 5 Agustus 1961 ini. Tentunya berkat satu hal. Kerja Keras.
Prestasi yang diraihnya memang paling cepat dibanding yang lain. Hanya dalam kurun 27 bulan, ia berhasil menempati peringkat Senior Network Director, posisi tertinggi di Forever Young MLM. Jaringannya kini sudah lebih dari 100 ribu orang, tersebar di seluruh Indonesia. Seiring dengan itu, penghasilan di atas Rp15 juta per bulan, sepeda motor, mobil, rumah, dan berbagai bonus wisata ke luar negeri telah dinikmatinya.
Lantaran lahir dari keluarga miskin, Sunarno hanya bisa menamatkan SD. Lebih prihatin lagi, sejak kecil ia sudah yatim piatu. Terpaksa ikut orang ke beberapa kota, jadi kacung untuk sekedar bisa hidup. Tapi itu tidak lama dilakoni. Ketika kembali ke Solo, akhirnya ia memilih profesi pemulung. Kok jadi pemulung? “Saya bosan jadi kacung yang selalu disuruh-suruh orang. Jiwa saya ingin kebebasan,” jawabnya.
Tinggal di daerah kumuh yang berjarak 500 meter dari tempat pembuangan sampah. Pekerjaannya mengais-ngais sampah, mengumpulkan barang bekas. Plastik dan kardus jadi incarannya. Setiap hari ia bersama teman-teman menanti datangnya truk sampah. Begitu mobil pembawa rejeki tiba, mereka berlarian mendekat, lalu berebut barang-barang bekas – siapa cepat, dia dapat. “Apalagi yang namanya balung (tulang sapi). Itu ibarat emas bagi kami. Nilainya tinggi kalau dijual,” jelas ayah dua anak ini.
Ia sendiri pernah merasa amat bahagia sewaktu mendapatkan bonggol kubil (kol). Soalnya “benda berharga” itu didapatnya setelah mengalahkan beberapa saingan. Lewat “kompetisi” yang ketat ia berhasil mendapatkannya. “Hati saya bangga dan puas karena itu suatu prestasi,” katanya tersenyum. Ada satu hal lagi yang membahagiakan hatinya, yaitu saat menyetel radio tatkala masih hidup di kolong jembatan.“Sayangnya tak terkira, sama bahagiannya dengan orang naik Mercy atau Volvo,” tambah ayah tiga anak ini.
Sinar terang perubahan hidup mulai tampak pada 1994, ketika tetangganya memperkanalkan bisnis MLM. Hampir tiap hari tetangga sebelah bercerita, walau kadang-kadang ia tidak menangkap maksudnya. Maklum cuma lulusan SD. Jangankan ngerti, untuk hafal nama MLM yang berbahasa Inggris itu saja susah banget. “Seminggu belum hafal,” katanya tertawa. “Tadinya saya nggak mikirin. Tapi lantaran sering dengar dan lihat, lama-lama hafal juga.”
Kuncinya Yakin
Setelah belajar dan ditempa dalam berbagai training dan seminar, dalam hatinya timbul keyakinan. Mulailah ia menjalani bisnis MLM sepenuh hati. Pagi hari, sesuai profesi, ia cari barang-barang bekas. Siangnya, setelah
mandi, pergi memprospek orang.
Di usaha apa saja pasti ada tantangan. Sunarno pun begitu. Dibilang ngeyel atau mimpi, itu masih halus. Soalnya, ada yang mencercanya bagai cicak makan tiang. Namun itu tidak mengecilkan hatinya, sebab sejak kecil ia sudah terbiasa dengan kompetisi dan tantangan. “Itulah yang mendorong saya untuk maju. Orang gagal itu biasanya engga mau menghadapi tantangan. Kalau engga siap mental, yang paling mudah dilakukan adalah berhenti,” kata pria yang gemar bertani ini.
Menurut Sunarno, kunci keberhasilannya hanya satu: keyakinan. Sebab keyakinan itu seakan-akan kenyataan. Ia tumbuh dari penguasaan materi dan belajar dari orang-orang sukses. Bila ingin sukses, bergabunglah dengan orang-orang sukses, minimal ketularan. Motivasinya dalam berusahan sederhana saja: kalau orang lain bisa, kenapa saya tidak bisa. Pasti bisa!
Lucunya, dulu karena tinggal di tempat kumuh, sebagian orang belum mau menerima ajakannya. “Kalau kamu berhasil, baru saya mau ikut,” kata mereka. Namun setelah berhasil, Sunarno menagih janji. Mereka menjawab, “Lha iya, terang saja Pak Narno sekarang sudah berhasil kok.” Jadi lagi-lagi saya yang disalahkan, katanya sembari tertawa kecil. “Itu soal mental. Semua itu kembali ke pribadi masing-masing.”
Bila teringat kehidupan masa lalu, Sunarno masih diliputi rasa haru. Jadi ketika dapat fasilitas rumah dari MLM, Sunarno sengaja memilih di Mojosongo, daerah yang ia huni dulu agar tidak lupa pada sejarah. Tapi bila dulu orang meremehkannya, sekarang lain, “Kalau lingkungan butuh sesuatu, saya yang lebih dulu dimintai sumbangan,” ujarnya.
Kesan dan Pesan
Kehidupan itu, menurut Sunarno, ibarat tiada gelombang yang indah tanpa menerjang karang. Banyak orang mendambakan hidup aman, damai, tenteranm, bahagia dan sejahtera. Hidup seperti ini ideal sekali. “Bagi saya hidup itu sederhana saja, minimal kita punya cita-cita, yaitu sukses dalam segala bidang. Tapi untuk itu diperlukan tindakan, rencana, tujuan, komitmen, keyakinan, mengenal diri, dan cinta. Itu semua merupakan mata rantai yang tak terpisahkan.”
Sebelum berpisah, ia berpesan kepada rekan-rekan dalam jaringannya dan untuk semua orang pada umumnya agar tidak gampang menyerah, siap dikritik, semangat menyala-nyala, selalu berjuang, rela berkorban, dan berdoa. Beranilah mengambil keputusan, karena keputusan itulah langkah awal sukses.” 
Kesimpulan
Dari kisah hidup pak sunarno ini saya bisa mendapat pelajaran yg berharga.bahwa untuk meraih sesuatu yg kita harap kan kita harus terus berjuang untuk meraih apa yang kita ingin kan dan bahwa kita harus juga mengingat roda kehidupan itu juga berputar.

- See more at: http://kisahsukses.info/kisah-sukses-sunarno-dari-pemulung-menjadi-milyarder.html#sthash.m0XOXJg1.dpuf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar